28 RAMADHAN 1437 H......
Selepas sholat subuh, mata masih
memerah menahan kantuk, tetap ku paksakan untuk tidak tidur lagi walaupun badan
masih pegal linu yang rasanya digebuk orang sekampung, sisa-sisa perjalan mudik
menuju tanah leluhur, ha....ha.....lebay......
Tanpa berpikir lagi, aku langsung
keluar rumah tepat jam 05.30 wib, berjalan kaki menuju lokasi Taman Sari yang
biasanya tempat orang melakukan aktivitas olah raga. Hilang juga akhirnya rasa
kantukku
Terpikir oleh ku, kenapa tidak langsung ke Air Kantung, tempat aku dilahirkan dan di besarkan disana, tempat kenangan indah semasa aku masih anak-anak, tempat yang kurang lebih 25 tahun kutinggalkan. Oke langsung ke TKP pikir ku tanpa kompromi.........#penuh semangat#
Pagi masih menyelimuti, dalam hening
suasana bulan suci Ramadhan, jam ditanganku menunjukkan pukul 05.57 wib. Dan
akhirnya tibalah aku di kawasan Balai Karya Air Kantung dan sempat ku jepret
dengan kamera HP nama jalan Timah Raya tersebut dan langsung aku update status”mencari
jejak lama” di sosial FB.....hadeh......lebay................
![]() |
Lokasi Kawasan Balai Karya Air Kantung
![]() |
Nama Jalan
|
Jalan sedikit, akhirnya sampai aku ke
kawasan Polman Timah entah apa namanya sekarang aku tidak tahu, yang dulunya
merupakan perumahan komplek yang ramai, dimana tempat ini merupakan tempat
tinggal bagi Karyawan timah yang segala aktifitasnya begitu sibuk dan ramai dan
sekarang tempat ini menjadi rata oleh tanah dan ditumbuhi oleh kebun kelapa dan
semak belukar.oh....komplek Air kantung riwayatmu dulu............#merasa
baper#
Dan sempat aku berhenti beberapa
saat, mereka-reka dimana posisi aku sekarang sekitar 25 tahun yang lalu.
O...aku ingat sekarang....aku di posisi simpang 4 empat tempat dimana waktu itu
tempat anak muda komplek air kantung nongkrong sambil bermain gitar dan ngobrol
ngalar ngidul sesuai dengan tema era itu tanpa beban memikirkan krisis ekonomi
secara global dan tanpa sibuk sendiri dengan gadgetnya,...........seru sekali
waktu itu. Semuanya sibuk bernyanyi entah itu suaranya dimana dan notasi nada
dimana yang penting bernyanyi mengeluarkan suara emasnya dan dalam
pembicaraannya selalu di warnai canda tawa yang menggelikan.......serunya 25
tahun yang lalu.............
Melanjutkan perjalan ketujuan semula,
aku susuri jalan setapak demi setapak jalan gang kecil yang berlapiskan tanah
dan bukan jalan aspal lagi di samping dinding megah Polman Timah. Jalan yang
tiap hari aku lalui ketika ingin pergi ke sekolah atau aktifitas bermain atau
yang sifatnya keluar komplek, terus ku telusuri sambil menduga-duga dan
mengingat kenangan 25 tahun akan posisi rumah sahabat-sahabat kecilku yang
searah dengan rumahku dahulu. Oh....ini rumah budi......ini rumah ulik......ini
rumah bik tona........ini rumah ipan koneng.....ini rumah feri.....ini rumah.......terus
bergumam dalam hati.
Setelah menghitung jejak yang
kulangkahi akhirnya kutemukan sebuah tanah kosong yang di tumbuhi oleh tanaman
jagung dan pohon kelapa dan terdapat sebuah sungai kecil.....(kalau dulu
namanya kulong......)
Berarti ini rumah bik Akon, ibu dari
sahabat kental ku dulu Wanda dan Adek, ini rumah om Yatin, ini rumah Robi, ini
rumah sentot dan yono kusebutkan satu persatu. Lokasi inilah tempat kami saling
berbagi cerita tentang apa saja pakah itu bohong atau tidak yang pasti seru
banget tapi yang sering diceritakan adalah film-film yang ditayangkan oleh TVRI
(waktu itu hanya itu yang ada, jadilah yang penting seru) dan cerita cerita
yang sesuai zaman itu
Dengan logika tinggal ku hitung
seukuran tombak, mengambil kata-kata dari novel Wiro Sableng karya Bastian
Tito, bacaan anak zaman biyen, akhirnya ku temukan jejak lama yang tidak salah
lagi dan tidak bukan, yaitu berupa sumur dimana disinilah sumber mata air di
lingkungan kami dan tempat tongkrongan dekat tanjakan. Inilah penanda lokasi
rumah aku dulu, yang telah menjadi semak dan kebun kelapa, rumah yang dulunya tempat aku menikmati masa kecil,
remaja yang begitu penuh kenangan, yang penuh cerita indah, yang penuh harapan
dan cita, oh.....hening saat itu.......melayang pikiran sampai menembus batas
kembali ke tahun 80 dan 90 an
![]() |
Sumur
|
![]() |
Tempat Tongkrongan
|
Sambil duduk menikmati pagi yang
sejuk dan damai yang tidak ada lagi bunyi deburan ombak karena laut di belakang
rumah sudah mengalami pendangkalan yang parah banget.....entah kenapa.........,
menikmati suasana pagi di bulan Suci ramadhan yang begitu syahdu, merenung,
mengingat, membayangkan, mengkhayal bergabung menjadi satu dan tak terasa
seakan bayangan masa itu tampak di depan mata aku melihat aku versi umur 11
tahunan berlari berkejaran dengan teman-teman seperjuangan main sembunyi gum, main bola kaki, mandi di
laut, mencuci perahu nelayan, minta ikan sambil menjerit-jerit...om minta
ikan....om......., main tak tek, main sembilun, main gambar, main lilo dan main
biji sago (jika suasana bulan puasa), main cak ingking, main yoyo, main
kelereng, main layangan, yang tidak aku tahu lagi....entah jika di tempat
lain.....dan banyak lagi mainan waktu itu.
Disinilah tempat ibu-ibu berkumpul
sambil bercerita entah apa yang diceritakan, sambil menunggu bakso keliling
yang di jual oleh mas ...(saya lupa namanya). Disinilah bapak-bapak bercerita
tentang pekerjaannya yang telah di lalui hari ini, pokoknya bercerita sesuai
tema yang lagi ngehit, sambil menikmati secangkir kopi mereka
masing-masing.....
Aku menarik nafas, menatap awan biru
dan pepohonan kelapa sambil tersenyum sendiri, semua perasaan berkolaborasi
yang akhirnya menghasilkan setitik air mata menuruni relung wajahku. Aku tak
tahu perasaan apa itu, mungkin terbawa perasaan yang tak ku mengerti
Tak ketinggalan momen, langsung ku
keluarkan HP ku dan ku abadikan tempat-tempat yang ku anggap ada nilai historis
bagiku........
Ya Allah, di bulan yang penuh berkah
ini, tak hentinya hambamu berdoa yang intinya bersyukur atas karunia yang telah
Allah berikan kepada hamba mu yang lemah ini atas segala hal . amin
Tepat jam 7.15. Aku beranjak sambil
membersikan debu bercampur pasir dari celana dan melangkah melewati tanah bekas
rumah sahabat sahabat seangkatanku dan jejak-jejak lama yang telah rata
termakan oleh zaman dan lagu over and over again lagu robby valentino
mengiringi langkah ku keluar komplek AK (Air Kantung).
Insya Allah tahun depan, aku kesini
lagi mencari jejak lama part 2.











0 comments:
Post a Comment