Friday, August 5, 2016

28 RAMADHAN 1437 H......
Selepas sholat subuh, mata masih memerah menahan kantuk, tetap ku paksakan untuk tidak tidur lagi walaupun badan masih pegal linu yang rasanya digebuk orang sekampung, sisa-sisa perjalan mudik menuju tanah leluhur, ha....ha.....lebay......

Tanpa berpikir lagi, aku langsung keluar rumah tepat jam 05.30 wib, berjalan kaki menuju lokasi Taman Sari yang biasanya tempat orang melakukan aktivitas olah raga. Hilang juga akhirnya rasa kantukku

Terpikir oleh ku, kenapa tidak langsung ke Air Kantung, tempat aku dilahirkan dan di besarkan disana, tempat kenangan indah semasa aku masih anak-anak, tempat yang kurang lebih 25 tahun kutinggalkan. Oke langsung ke TKP pikir ku tanpa kompromi.........#penuh semangat#

Pagi masih menyelimuti, dalam hening suasana bulan suci Ramadhan, jam ditanganku menunjukkan pukul 05.57 wib. Dan akhirnya tibalah aku di kawasan Balai Karya Air Kantung dan sempat ku jepret dengan kamera HP nama jalan Timah Raya tersebut dan langsung aku update status”mencari jejak lama” di sosial FB.....hadeh......lebay................
MENCARI JEJAK LAMA
Lokasi Kawasan Balai Karya Air Kantung
MENCARI JEJAK LAMA
Nama Jalan 

Jalan sedikit, akhirnya sampai aku ke kawasan Polman Timah entah apa namanya sekarang aku tidak tahu, yang dulunya merupakan perumahan komplek yang ramai, dimana tempat ini merupakan tempat tinggal bagi Karyawan timah yang segala aktifitasnya begitu sibuk dan ramai dan sekarang tempat ini menjadi rata oleh tanah dan ditumbuhi oleh kebun kelapa dan semak belukar.oh....komplek Air kantung riwayatmu dulu............#merasa baper#


Dan sempat aku berhenti beberapa saat, mereka-reka dimana posisi aku sekarang sekitar 25 tahun yang lalu. O...aku ingat sekarang....aku di posisi simpang 4 empat tempat dimana waktu itu tempat anak muda komplek air kantung nongkrong sambil bermain gitar dan ngobrol ngalar ngidul sesuai dengan tema era itu tanpa beban memikirkan krisis ekonomi secara global dan tanpa sibuk sendiri dengan gadgetnya,...........seru sekali waktu itu. Semuanya sibuk bernyanyi entah itu suaranya dimana dan notasi nada dimana yang penting bernyanyi mengeluarkan suara emasnya dan dalam pembicaraannya selalu di warnai canda tawa yang menggelikan.......serunya 25 tahun yang lalu.............

Melanjutkan perjalan ketujuan semula, aku susuri jalan setapak demi setapak jalan gang kecil yang berlapiskan tanah dan bukan jalan aspal lagi di samping dinding megah Polman Timah. Jalan yang tiap hari aku lalui ketika ingin pergi ke sekolah atau aktifitas bermain atau yang sifatnya keluar komplek, terus ku telusuri sambil menduga-duga dan mengingat kenangan 25 tahun akan posisi rumah sahabat-sahabat kecilku yang searah dengan rumahku dahulu. Oh....ini rumah budi......ini rumah ulik......ini rumah bik tona........ini rumah ipan koneng.....ini rumah feri.....ini rumah.......terus bergumam dalam hati.

Setelah menghitung jejak yang kulangkahi akhirnya kutemukan sebuah tanah kosong yang di tumbuhi oleh tanaman jagung dan pohon kelapa dan terdapat sebuah sungai kecil.....(kalau dulu namanya kulong......)

Berarti ini rumah bik Akon, ibu dari sahabat kental ku dulu Wanda dan Adek, ini rumah om Yatin, ini rumah Robi, ini rumah sentot dan yono kusebutkan satu persatu. Lokasi inilah tempat kami saling berbagi cerita tentang apa saja pakah itu bohong atau tidak yang pasti seru banget tapi yang sering diceritakan adalah film-film yang ditayangkan oleh TVRI (waktu itu hanya itu yang ada, jadilah yang penting seru) dan cerita cerita yang sesuai zaman itu

Dengan logika tinggal ku hitung seukuran tombak, mengambil kata-kata dari novel Wiro Sableng karya Bastian Tito, bacaan anak zaman biyen, akhirnya ku temukan jejak lama yang tidak salah lagi dan tidak bukan, yaitu berupa sumur dimana disinilah sumber mata air di lingkungan kami dan tempat tongkrongan dekat tanjakan. Inilah penanda lokasi rumah aku dulu, yang telah menjadi semak dan kebun kelapa, rumah  yang dulunya tempat aku menikmati masa kecil, remaja yang begitu penuh kenangan, yang penuh cerita indah, yang penuh harapan dan cita, oh.....hening saat itu.......melayang pikiran sampai menembus batas kembali ke tahun 80 dan 90 an
MENCARI JEJAK LAMA
Sumur

MENCARI JEJAK LAMA
Tempat Tongkrongan

Sambil duduk menikmati pagi yang sejuk dan damai yang tidak ada lagi bunyi deburan ombak karena laut di belakang rumah sudah mengalami pendangkalan yang parah banget.....entah kenapa........., menikmati suasana pagi di bulan Suci ramadhan yang begitu syahdu, merenung, mengingat, membayangkan, mengkhayal bergabung menjadi satu dan tak terasa seakan bayangan masa itu tampak di depan mata aku melihat aku versi umur 11 tahunan berlari berkejaran dengan teman-teman seperjuangan  main sembunyi gum, main bola kaki, mandi di laut, mencuci perahu nelayan, minta ikan sambil menjerit-jerit...om minta ikan....om......., main tak tek, main sembilun, main gambar, main lilo dan main biji sago (jika suasana bulan puasa), main cak ingking, main yoyo, main kelereng, main layangan, yang tidak aku tahu lagi....entah jika di tempat lain.....dan banyak lagi mainan waktu itu.

Disinilah tempat ibu-ibu berkumpul sambil bercerita entah apa yang diceritakan, sambil menunggu bakso keliling yang di jual oleh mas ...(saya lupa namanya). Disinilah bapak-bapak bercerita tentang pekerjaannya yang telah di lalui hari ini, pokoknya bercerita sesuai tema yang lagi ngehit, sambil menikmati secangkir kopi mereka masing-masing.....

Aku menarik nafas, menatap awan biru dan pepohonan kelapa sambil tersenyum sendiri, semua perasaan berkolaborasi yang akhirnya menghasilkan setitik air mata menuruni relung wajahku. Aku tak tahu perasaan apa itu, mungkin terbawa perasaan yang tak ku mengerti

Tak ketinggalan momen, langsung ku keluarkan HP ku dan ku abadikan tempat-tempat yang ku anggap ada nilai historis bagiku........

Ya Allah, di bulan yang penuh berkah ini, tak hentinya hambamu berdoa yang intinya bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan kepada hamba mu yang lemah ini atas segala hal . amin

Tepat jam 7.15. Aku beranjak sambil membersikan debu bercampur pasir dari celana dan melangkah melewati tanah bekas rumah sahabat sahabat seangkatanku dan jejak-jejak lama yang telah rata termakan oleh zaman dan lagu over and over again lagu robby valentino mengiringi langkah ku keluar komplek AK (Air Kantung).

Insya Allah tahun depan, aku kesini lagi mencari jejak lama part 2.
MENCARI JEJAK LAMA








Posted by Unknown On 6:58 AM No comments

0 comments:

Post a Comment

  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

apa kesan anda tentan web ini?

Total Pageviews

    Popular Posts

    HUT RI KE 71

    TIM PBB SMAN 6 LUBUKLINGGAU TUAI PUJIAN PENONTON

    TIM PBB SMA NEGERI 6 LUBUKLINGGAU TUAI PUJIAN PENONTON  Tanggal 11 Agustus 2016 pagi hari, Tim PBB SMAN 6 Lubuklinggau , mengikuti Perlomba...