Showing posts with label PENGALAMANKU. Show all posts
Showing posts with label PENGALAMANKU. Show all posts

Friday, August 12, 2016

PULPEN

26 RAMADHAN 1437 H

Jam masih menunjukkan pukul 10:00 WIB, setelah mandi, aku langsung meluncur keliling kota Sungailiat dengan motor pinjaman dari adikku untuk melihat keadaan yang sudah 2 tahun tak kusambangi, sudah banyak perubahan tapi aku tak tahu seberapa banyak perubahan itu.

wadaw...panas e  ....gumamku, pacak pecah puaso, gawe ne.....tanpa pikir panjang aku langsung membatalkan niatku semula untuk "muter-muter" Sungailiat. Akupun langsung meluncur pulang ke rumah

Di pertengahan jalan, aku langsung berubah pikiran untuk pulang, tapi meluncur ke tempat sahabat karibku, Dedi Alfandi, yang bekerja di RS. Timah, bagian ..........(lagi lupa). Tidak banyak berubah dengan sahabat aku satu ini, ganteng, gagah, rajin, disiplin, jago karate (pokoknya semua bela diri dikuasainya), pekerja keras dan lain-lain, pokoknya komplit, beda dengan aku yang merupakan kebalikan dari Dedi.

Dedi merupakan kawan yang boleh dikatakan seperti saudara sendiri, kami begitu akrab, kawan dari Sejak kami SD sampai SMA, kawan seperjuangan dalam meraih mimpi, kawan yang banyak memberi motivasi dan kawan..............semuanya positif.

Akupun disambut hangat oleh sahabatku ini, dan kamipun bercerita "ngolor ngidul", dari A sampai Z, dari cerita lawas hingga yang ter update, cerita masa-masa sekolah sampai masalah pekerjaan, pokoknya panjang walaupun cerita tersebut telah berulang-ulang kami ceritakan, hingga tak terasa sampai jam 12:15 WIB. 

Salah satu ceritanya yang membuatku ........(bingung apa yang bagus kata-katanya) adalah cerita tentang pulpen ***** (tidak aku sebutkan mereknya). Katanya dia pernah melihat di suatu toko. dan dia berjanji akan membelikan satu buah untukku. Akupun mengiyakannya sembari aku beranjak keluar ruang kerjanya. Sebelum keluar, aku sempat melihat gambar Rumah Sakit Timah tempo dulu yang ada dimeja kerjanya. Iseng-iseng aku memfotonya dengan HP, Jadilah, untuk kenang-kenangan, gumamku.

rumah sakit
Gambar RS. Timah Dulu


Dan kamipun membuat rencana, akan kemana tujuan kami "namu" lebaran ini. Kami bersalaman erat tanda selesainya pertemuan yang tak terencanakan.

Memang benar......
saya lupa tanggalnya, kalau tidak salah sehari sebelum kepulangan saya ke Lubuklinggau, dia datang ke rumah untuk mengantar pulpen ***** tersebut. Akupun mengucapkan berterima kasih kepadanya sembari menyilahkan dia duduk. kami pun bercerita tentang cerita pulpen tersebut dibarengi cerita lama yang belum sempat terceritakan. Begitu senangnya kami menceritakan "sejarah" yang kami alami. Ah.....begitu serunya.

Jam 23:00 WIB
Sambil berbaring aku menatap pulpen pemberian sahabatku ini. Disini aku memakai istilah pulpen saja karena lebih familiar bagiku dibanding pena. Memang di pulpen ini tak banyak histori yang tersimpan di dalam memoriku. Namun satu yang aku ingat. Pulpen jenis inilah, pulpen perdana yang dibelikan ibuku, sewaktu kami diperbolehkan memakai pulpen oleh guru. Lalu memoriku meloading kisah tersebut.




pulpen
Pulpen


Aku lupa tepatnya SD kelas berapa, di sore hari ibuku pulang dari pasar bersama ayahku, membawa barang dalam kantong plastik. aku begitu antusias menyambut kedatangan ibu dan bertanya apa yang baru ibu beli barusan dan langsung aku teringat akan pertanyaan ini sering dilontarkan anakku yang masih kelas 1 SD. Kemudian ibuku memberikan bungkusan ini kepadaku.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung membuka pembungkus plastik tersebut, dan aha.......berisi dua buah buku tebal, kotak pensil, pensil dan salah satunya adalah pulpen yang ada ditanganku sekarang. Begitu gembiranya aku. karena saat itu sudah diperbolehkan menulis menggunakan pulpen. aku langsung mengambil buku tebal tadi dan aku langsung menuliskan nama, kelas, dengan pulpen pemberian ibuku.

Besoknya, dikelas SD ku itu, aku memamerkan kepada kawan-kawan, pulpen yang dibeli oleh ibuku kemarin. Mereka pun begitu semangat memamerkan pulpen mereka juga. Dan kamipun langsung mempraktekkannya menulis dengan kertas bekas sobekan buku. Ada yang menulis nama, ada yang tanda tangan, ada yang menggambar, ada yang menulis dimeja, ada yang menulis ditangan. aku tersenyum sendiri mengingat itu.

Dari pulpen inilah, kami menuliskan catatan yang penting berupa rangkaian kalimat dan deretan angka-angka dalam menjalani hari-hari di sekolah kala itu. Sudah begitu banyak lembaran-lembaran kertas yang kami torehkan dengan pulpen tersebut seiring dengan harapan dan cita yang telah kami tanamkan dalam angan.
 

Sekarang,
pulpen aku definisikan secara sederhana adalah sebagai alat  untuk menulis. Tetapi secara definisi yang luas, masih dalam pendapatku, yaitu sebagai alat tulis yang digunakan untuk menulis suatu keputusan atau mendesain suatu hal penting yang akan memberi suatu perubahan atau memberi kontribusi yang besar kepada negara, daerah, masyarakat, pegawai negeri, pegawai swasta, perorangan dan lain-lain. 


Tentu kita ingat teks Proklamasi, sebelum diketik, Presiden Sukarno menulisnya dengan tangan terlebih dahulu, baru kemudian beliau menyuruh Bapak Sayuti melik untuk mengetiknya. Ini tentunya membawa perubahan besar kepada Negara Indonesia. Itu dari segi positifnya
 

Dari segi negatifnya 
Masih menurut pendapatku, oknum yang menyalahgunakan kewenangan dalam mengambil keputusan akibat pulpen mereka. Banyak kita lihat dimedia, kasus-kasus yang berhubungan dengan pidana, terjadi akibat jabatan yang mereka emban, jabatan yang diamanahkan kepada mereka, ini semua akibat salah dalam mengambil keputusan dan juga terlalu “grasak-grusuk” dalam tindakan tanpa memikirkan dampaknya yang begitu besar kepada kemaslahatan orang banyak, sehingga dengan cepat mereka menandatangani sesuatu hal yang ada hitam di atas putih, yang mempunyai kekuatan hukum, entah apalagi. Pulpen inilah yang akhirnya meng”deal”kannya. Dan akhirnya, lihatlah apa yang terjadi........
 

Ah....sudah telalu jauh....bukan kapasitas aku untuk mengomentari itu semua. Tapi, yang penting pulpen pemberian Dedi ini memberi kenangan tersendiri bagiku, apakah itu untuk sekedar mengingat pulpen pada masa itu, atau ada makna lain yang lebih luas. Akupun tak tahu.......
 

Akhirnya, pulpen tersebut ku masukkan ke dalam tas, yang nantinya akan kubawa bersamaku ke Lubuklinggau, dan malam telah larut, akupun beranjak untuk tidur. Semoga bermimpi indah...... Z Z Z Z Z Z

 






Posted by Unknown On 3:00 AM No comments READ FULL POST

Friday, August 5, 2016

28 RAMADHAN 1437 H......
Selepas sholat subuh, mata masih memerah menahan kantuk, tetap ku paksakan untuk tidak tidur lagi walaupun badan masih pegal linu yang rasanya digebuk orang sekampung, sisa-sisa perjalan mudik menuju tanah leluhur, ha....ha.....lebay......

Tanpa berpikir lagi, aku langsung keluar rumah tepat jam 05.30 wib, berjalan kaki menuju lokasi Taman Sari yang biasanya tempat orang melakukan aktivitas olah raga. Hilang juga akhirnya rasa kantukku

Terpikir oleh ku, kenapa tidak langsung ke Air Kantung, tempat aku dilahirkan dan di besarkan disana, tempat kenangan indah semasa aku masih anak-anak, tempat yang kurang lebih 25 tahun kutinggalkan. Oke langsung ke TKP pikir ku tanpa kompromi.........#penuh semangat#

Pagi masih menyelimuti, dalam hening suasana bulan suci Ramadhan, jam ditanganku menunjukkan pukul 05.57 wib. Dan akhirnya tibalah aku di kawasan Balai Karya Air Kantung dan sempat ku jepret dengan kamera HP nama jalan Timah Raya tersebut dan langsung aku update status”mencari jejak lama” di sosial FB.....hadeh......lebay................
MENCARI JEJAK LAMA
Lokasi Kawasan Balai Karya Air Kantung
MENCARI JEJAK LAMA
Nama Jalan 

Jalan sedikit, akhirnya sampai aku ke kawasan Polman Timah entah apa namanya sekarang aku tidak tahu, yang dulunya merupakan perumahan komplek yang ramai, dimana tempat ini merupakan tempat tinggal bagi Karyawan timah yang segala aktifitasnya begitu sibuk dan ramai dan sekarang tempat ini menjadi rata oleh tanah dan ditumbuhi oleh kebun kelapa dan semak belukar.oh....komplek Air kantung riwayatmu dulu............#merasa baper#


Dan sempat aku berhenti beberapa saat, mereka-reka dimana posisi aku sekarang sekitar 25 tahun yang lalu. O...aku ingat sekarang....aku di posisi simpang 4 empat tempat dimana waktu itu tempat anak muda komplek air kantung nongkrong sambil bermain gitar dan ngobrol ngalar ngidul sesuai dengan tema era itu tanpa beban memikirkan krisis ekonomi secara global dan tanpa sibuk sendiri dengan gadgetnya,...........seru sekali waktu itu. Semuanya sibuk bernyanyi entah itu suaranya dimana dan notasi nada dimana yang penting bernyanyi mengeluarkan suara emasnya dan dalam pembicaraannya selalu di warnai canda tawa yang menggelikan.......serunya 25 tahun yang lalu.............

Melanjutkan perjalan ketujuan semula, aku susuri jalan setapak demi setapak jalan gang kecil yang berlapiskan tanah dan bukan jalan aspal lagi di samping dinding megah Polman Timah. Jalan yang tiap hari aku lalui ketika ingin pergi ke sekolah atau aktifitas bermain atau yang sifatnya keluar komplek, terus ku telusuri sambil menduga-duga dan mengingat kenangan 25 tahun akan posisi rumah sahabat-sahabat kecilku yang searah dengan rumahku dahulu. Oh....ini rumah budi......ini rumah ulik......ini rumah bik tona........ini rumah ipan koneng.....ini rumah feri.....ini rumah.......terus bergumam dalam hati.

Setelah menghitung jejak yang kulangkahi akhirnya kutemukan sebuah tanah kosong yang di tumbuhi oleh tanaman jagung dan pohon kelapa dan terdapat sebuah sungai kecil.....(kalau dulu namanya kulong......)

Berarti ini rumah bik Akon, ibu dari sahabat kental ku dulu Wanda dan Adek, ini rumah om Yatin, ini rumah Robi, ini rumah sentot dan yono kusebutkan satu persatu. Lokasi inilah tempat kami saling berbagi cerita tentang apa saja pakah itu bohong atau tidak yang pasti seru banget tapi yang sering diceritakan adalah film-film yang ditayangkan oleh TVRI (waktu itu hanya itu yang ada, jadilah yang penting seru) dan cerita cerita yang sesuai zaman itu

Dengan logika tinggal ku hitung seukuran tombak, mengambil kata-kata dari novel Wiro Sableng karya Bastian Tito, bacaan anak zaman biyen, akhirnya ku temukan jejak lama yang tidak salah lagi dan tidak bukan, yaitu berupa sumur dimana disinilah sumber mata air di lingkungan kami dan tempat tongkrongan dekat tanjakan. Inilah penanda lokasi rumah aku dulu, yang telah menjadi semak dan kebun kelapa, rumah  yang dulunya tempat aku menikmati masa kecil, remaja yang begitu penuh kenangan, yang penuh cerita indah, yang penuh harapan dan cita, oh.....hening saat itu.......melayang pikiran sampai menembus batas kembali ke tahun 80 dan 90 an
MENCARI JEJAK LAMA
Sumur

MENCARI JEJAK LAMA
Tempat Tongkrongan

Sambil duduk menikmati pagi yang sejuk dan damai yang tidak ada lagi bunyi deburan ombak karena laut di belakang rumah sudah mengalami pendangkalan yang parah banget.....entah kenapa........., menikmati suasana pagi di bulan Suci ramadhan yang begitu syahdu, merenung, mengingat, membayangkan, mengkhayal bergabung menjadi satu dan tak terasa seakan bayangan masa itu tampak di depan mata aku melihat aku versi umur 11 tahunan berlari berkejaran dengan teman-teman seperjuangan  main sembunyi gum, main bola kaki, mandi di laut, mencuci perahu nelayan, minta ikan sambil menjerit-jerit...om minta ikan....om......., main tak tek, main sembilun, main gambar, main lilo dan main biji sago (jika suasana bulan puasa), main cak ingking, main yoyo, main kelereng, main layangan, yang tidak aku tahu lagi....entah jika di tempat lain.....dan banyak lagi mainan waktu itu.

Disinilah tempat ibu-ibu berkumpul sambil bercerita entah apa yang diceritakan, sambil menunggu bakso keliling yang di jual oleh mas ...(saya lupa namanya). Disinilah bapak-bapak bercerita tentang pekerjaannya yang telah di lalui hari ini, pokoknya bercerita sesuai tema yang lagi ngehit, sambil menikmati secangkir kopi mereka masing-masing.....

Aku menarik nafas, menatap awan biru dan pepohonan kelapa sambil tersenyum sendiri, semua perasaan berkolaborasi yang akhirnya menghasilkan setitik air mata menuruni relung wajahku. Aku tak tahu perasaan apa itu, mungkin terbawa perasaan yang tak ku mengerti

Tak ketinggalan momen, langsung ku keluarkan HP ku dan ku abadikan tempat-tempat yang ku anggap ada nilai historis bagiku........

Ya Allah, di bulan yang penuh berkah ini, tak hentinya hambamu berdoa yang intinya bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan kepada hamba mu yang lemah ini atas segala hal . amin

Tepat jam 7.15. Aku beranjak sambil membersikan debu bercampur pasir dari celana dan melangkah melewati tanah bekas rumah sahabat sahabat seangkatanku dan jejak-jejak lama yang telah rata termakan oleh zaman dan lagu over and over again lagu robby valentino mengiringi langkah ku keluar komplek AK (Air Kantung).

Insya Allah tahun depan, aku kesini lagi mencari jejak lama part 2.
MENCARI JEJAK LAMA








Posted by Unknown On 6:58 AM No comments READ FULL POST
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Labels

apa kesan anda tentan web ini?

Total Pageviews

    Popular Posts

    HUT RI KE 71

    TIM PBB SMAN 6 LUBUKLINGGAU TUAI PUJIAN PENONTON

    TIM PBB SMA NEGERI 6 LUBUKLINGGAU TUAI PUJIAN PENONTON  Tanggal 11 Agustus 2016 pagi hari, Tim PBB SMAN 6 Lubuklinggau , mengikuti Perlomba...